The Third Preganancy

Huftttt... Setelah setahun lebih rehat dari menulis curhat di blog, from this moment saya akan mulai menulis tentang keseharian saya dalam blog ini.

Kali ini saya akan bercerita tentang kehamilan Ketiga di tahun lalu. Yappp setelah keguguran untuk yang kedua kali akhirnya dibulan oktober 2017, testpack kembali menunjukkan "dua strip". Asli saat itu saya sangatttt panik.

kenapa?

karena saya takut kembali kehilangan. :(

Segitu takutnya saya sampai tidak berani kontrol ke dokter, padahal sudah test pack sudah positif dan sudah telat dua minggu. Sampai suatu ketika di kantor, saya sedikit mencurhatkan kondisi saya ke teman lab. Begini kata beliau

"Kalau seandainya si dedek sehat, trus kamu gak kontrol, dan jadi dedeknya kenapa-kenapa, apa ga nyesel? Sudah hadapi saja yang ada di depan"

Kata-kata itu menampar sekali. Saya hanya mengkhawatirkan dan terlalu berprasangka buruk atas apa yang belum terjadi

Akhirnya setelah berkontemplasi dan berseluncur di  dunia maya mencari dokter, akhirnya saya memutuskan untuk kontrol ke dokter kandungan fetomaternal. Pilihan saya jatuh ke dr. Wiku Andonotopo di Rumah Sakit Eka. Kenapa saya memilih beliau? Karena menurut review yang saya baaca dari dunia maya, beliau sangat ahli dalam mengetahui kelainan yang diderita janin dan ibunya saat kehamilan berlangsung.

Besoknya setelah booking jam kontrol, kami berangkat ke Rumah Sakit Eka.
Dari pulang kerja sampai saat Pak Dokter meng-USG, jangan ditanya dong gimana rasaya, Dag... Diggg.... Dug..
Saking Dag dig dugnya, sampai berasa gak nafas -__-
Dan Dag dig dug itu terus berlansung sampai Pak Dokter bilang

"Selamat ya mbak, mbak hamil. dijaga kandungannya bla bla bla.... ", saya melihat ada kantong kandungan yang imuttttt sudah terlihat lewat USG perut. Jujur saya belum pernah mengalami usia kehamilan yang masih semuda ini, kantong kehamilannya sudah terlihat hanya dengan menggunakan USG perut.
dan beliau menyarankan saya untuk tes darah, mengingat saya perah gagal sebelumnya.

ok dok, noted!

deg deg an belum ilang yaa.. mengingat detak jantung si dedek belum kedengeran.
Dan saya khawatir banget karena sebelum saya melewati fase itu saya sudah pendarahan dan keguguran.

well, let's see :)



Komentar

Postingan Populer