Move On
Move on = pindah
Pasti sering denger istilah ini kan?
Yang byasa dipake anak gahoool jaman sekarang kalo lagi patah hati.
Byasanya sih move on terkait dengan patah hati karena kehilangan, putus de el el dimana kekecewaan hati ini bisa mengakibatkan kelabilan emosi sampai turunnya berat badan :D
Move on itu susah.
Yapp itu benar.
Susah sekali.
Setelah sekian lama tidak pernah patah hati akhirnya belakangan ini mengalami lagi penyakit kronis itu. Bukan karena masalah cinta lawan jenis lah ya...
Tetapi unconditionally love ...
Yapp cinta ibu ke anak. Cinta gue ke janin yang sudah gugur.
Yang dijamin lebih sakit daripada kontraksi pas keguguran.
Patah hati setelah kehilangan si dedek itu bener2 sakit dimana berdampak pada kestabilan emosi gue sehari2.
It's a mess ... hancur berantakan apa yang sudah diimpikan.
Emosi semakin gak stabil karena hormon kehamilan yang masih tersisa sementara there is no dedek bayi in my womb T.T
Sedikit kalimat menyebalkan atau perilaku yang meyinggung uda pengen meledak.
Iya gue masih terlarut dalam kehilangan yang saaaangaaattt menyiksa. Dan belum bisa bangkit lagi.
Sampai suatu saat gue disadarkan oleh sesuatu
Suatu malam gue terserang insomnia setelah sepanjang hari marah marah ke suami karena hal sepele.
Gue cuma bisa ngelihat wajah suami yang lagi tidur. Tiba tiba gue ngerasa jahattt bgt.
Why? Karena uda marah marah karena hal sepele ngerasa suami ga pernah ngerti dan semaunya sendiri. Bikin capek hati.
Tetapi seketika gue sadar, bukan hanya gue yang kehilangan. Dibalik sikap tenang suami, pasti dy orang yang paling lelah fisik dan tentu orang yang kehilangan selain gue.
Pasti doi bingung mikir keselamatan janin dan istrinya. Pasti doi ga bisa tenang kerja karena mikir istri bed rest dirumah sendirian.
Pasti doi ga bisa makan enak sampai berat badannya turun 4 kilo.
Terus kenapa gue ngerasa paling menderita?
Suami juga menderita, tetapi support fisik dan mentalnya ke gue gak pernah kendur.
Sementara gue? Cuman bisa marah marah karena hal sepele.
Ya Allah..
i am sad and he is too
Sudah terlalu lama gue meninggalkan tugas dan kewajiban gue sebagai istri.
Jadi gue harus move on.
Gue move on bukan berarti lupa sama dedek bayi, tapi gue juga punya seseorang yang sekarang sedang capek lahir batin ngerawat gue yang keguguran tetapi gak pernah ngeluh. He needs me more.
Iya, dy itu suami
Dedicated to
Arya D. P.


Komentar
Posting Komentar